Oleh: zoudib | 26 September 2011

Negara miskin (I) vs negara kaya (S)

Berdasarkan pengalaman nyata, dari sudut pandang transportasi.

Di salah satu negara maju di eropa : (S)
Di salah satu negara berkembang di asia : (I)

(S) : Kebanyakan bepergian naik mobil, karena pendapatan dan daya beli memang tinggi
(I) : Mobil sangat banyak di jalanan, tapi gelandangan di bawah jembatan di mana mobil itu melesat pun, sangat banyak

(S) : Pejalan kaki dan pengguna sepeda juga banyak, karena memang jalan/bersepeda itu menyenangkan
(I) : Pengguna motor dominan karena kredit motor sangat banyak dan murah, bahkan ada ‘kredit yang syariah’. Umumnya mereka yang bersepeda/jalan adalah karena terpaksa atau tidak mampu

(S) : Ramah dan tertib di jalanan, klakson sangat jarang berbunyi
(I) : Tingkat kesabaran rendah, gemar main klakson

(S) : Pejalan kaki adalah raja untuk diprioritaskan, apalagi wanita hamil, anak kecil, dan lanjut usia
(I) : Pejalan kaki adalah jelata yang benar2 harus sabar untuk terus mengalah dengan motor, apalagi mobil

(S) : Mobil rela (dan memang harus!) berhenti ketika ada penyeberang jalan di zebra cross.
(I) : Jangan harap motor/mobil mau berhenti kalau ada orang mau menyeberang jalan. Kalaupun ada kesempatan menyeberang, penyeberang harus lari, walaupun mungkin dia lanjut usia/hamil sekalipun! Klakson akan ikut mengiringi perjalanan menyeberang dari satu sisi jalan menuju sisi jalan yang lain.

Dan serupa dengan segala perbandingan yang ada, ketika ada mahasiswa yang ingin meneliti sesuatu (di bidang transportasi). Yang tentu saja penelitian adalah untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Apa yang terjadi?

(S) : Mahasiswa/peneliti sangat dihargai dan dimudahkan dalam setiap urusan, karena pada prinsipnya pembangunan memerlukan mereka. Sekitar bulan April 2011, ada mahasiswa asing dari negara (I) ingin berkonsultasi dan belajar tentang sesuatu hal di salah satu institusi transportasi di negara (S). Institusi di (S) tersebut mempersilahkan dengan sangat hangat dan ramah. Tanpa ada surat menyurat atau birokrasi yang berbelit dari kampus, cukup mahasiswa yang bersangkutan membuat janji via email, lalu pertemuan pun terjadi. Presentasi oleh salah satu institusi di (S) tersebut dilakukan dengan profesional dan penuh dedikasi. Mahasiswa asing dari (I) tersebut tentu saja senang dan puas.

Lalu…

(I) : Berdasarkan pengalaman terbaru hari ini, Senin 26 September 2011. Mahasiswa/peneliti agak dihargai, tapi birokrasi harus tetap ditegakkan. Artinya, walaupun anda memang sudah bawa surat pengantar dari kampus anda yang berjarak 500km lebih dari kota ini, anda seharusnya menyiapkan dulu surat ke kantor sana, lalu datang ke kantor sana, lalu tunggu disposisi turun entah untuk berapa lama. Lalu kalau memang ok, baru dibawa ke kantor ini, setelah itu bisa kita buatkan surat pengantar ke kantor yang dituju. Setelah itu baru bisa dibicarakan data apa yang sekiranya diperlukan. Nanti kalau datanya memang ada, pasti akan diberikan.

Lalu pertanyaannya, kalau peneliti pun serba salah ketika ingin sedikit saja berandil demi kemajuan negara (I), lantas apakah mungkin negara (I) dengan segala keantah berantahannya suatu hari nanti mampu menyamai atau setidaknya mendekati pola kehidupan yang seefektif, seefisien, dan sebaik negara (S)?

@Kota Hujan
yang panas, kering, dan tak kunjung turun hujan

Oleh: zoudib | 31 Agustus 2011

idul fitri 1432 Indonesia: :-)

Cerita lagi di idul fitri 1432, Indonesia…

“Jika di negeri tersebut terjadi perselisihan pendapat, maka hendaklah dikembalikan pada keputusan penguasa muslim di negeri tersebut. Jika penguasa tersebut memilih suatu pendapat, hilanglah perselisihan yang ada dan setiap muslim di negeri tersebut wajib mengikuti pendapatnya. Namun, jika penguasa di negeri tersebut bukanlah muslim, hendaklah dia mengambil pendapat majelis ulama di negeri tersebut. Hal ini semua dilakukan dalam rangka menyatukan kaum muslimin dalam berpuasa Ramadhan dan melaksanakan sholat ‘ied.” (Al Lajnah ad Da’imah)

Jadi…, pasti kelak ada hisab untuk yang pakai metode hisab dan kekeuh menyelisihi ulil amri, dan membuat banyak orang awam kebingungan dan tidak bisa bersatu. Anyway, selamat idul fitri 1432 hijriyah! taqobbalallohu minna wa minkum!

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.