Oleh: zoudib | 17 Agustus 2007

Lazy…

Masih juga, terpaku dengan tulisan-tulisan di depan layar.  Kenapa diri ini tak segera beranjak? Cepatlah (hai diriku), waktu terus berjalan, dunia berputar, bukan saatnya berdiam diri, berkaryalah……..

 

(Sebenarnya) Sadar bahwa kemalasan adalah membuang waktu

(Sebenarnya) Sadar bahwa membuang waktu adalah kerugian yang terbesar

(Sebenarnya) Sadar bahwa kerugian yang terbesar adalah kekalahan

Jadi, berarti diri ini telah kalah? Ketika kesadaran yang ada pun tak menggugah batin dan menggerakkan raga, tapi justru mendiamkan kesadaran menjadi sebatas kesadaran?

Benarkah diri ini telah terjerumus ke jurang kekalahan?


Responses

  1. i think so..

    • well, emm, thank you bunda Tegar🙂

  2. koe ki nulis opo j?????????????????????

    • yowisss, pokokmen ngono kuwi😆

  3. hehehe… piye pak kabare?

    • eheheheee, kabare apik pak, alhamdulillah🙂

  4. themes sing iki elek….ora reader friendly..

    • iyo iki wis malih, wis penak diwoco saiki🙂

  5. assalamu’alaikum..
    iki blog opo je….
    ra jelas….
    iyo tho pak tri….
    o iyoo bukumu ijih nang nggonku, geometri jalan, analisis struktur lanjutan, beberapa laporan praktikum, dll..
    arep dibalekke gak? opo ikhlaske wae? insya Allah bermanfaat nang kene, khususnya AS lanjutan kuwi..

    • wa’alaikumussalaam..
      yowis blog ngene iki🙂 ra jelas😆
      owyee, piye bul, wis 2 taon, iseh kanggo ora bukune?😆 ehehehee lagi diwales saiki😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: