Oleh: zoudib | 10 Agustus 2009

Marhaban Yaa Ramadhan 1430H..

MARHABAN

YAA RAMADHAN 1430H

InsyaAlloh sebentar lagi kita memasuki Romadhon, bulan ibadah yang penuh dengan keberkahan, ampunan dosa, dan pahala berlipat di setiap ibadah kita. Dengan hitungan mundur kurang dari 3 minggu, maka marilah kita sambut bulan istimewa ini dengan kebahagiaan, semoga kita bisa mencapainya dan beribadah sebaik mungkin untuk menggapai kebaikan bulan ini🙂.

Menjelang memasuki bulan ini, insyaAlloh akan saya coba membagikan ingatan-ingatan kita akan celah-celah pahala, waktu-waktu istimewa yang mungkin bisa kita raih, dan beberapa sunnah Rosulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam beribadah di bulan Romadhon ini. Silakan mengikuti tautan di bawah ini yang insyaAlloh akan terus diperbarui:

Tahukah anda?

Ibadah yang sepatutnya kita giatkan:

  • QIYAMU RAMADHAN YAITU SHALAT TARAWIH

”Artinya : Barang siapa yang mendirikan Qiyamu Ramadhan dengan penuh keimanan dan berharap pahala Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [ Hadits Riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim]

”Artinya : Barang siapa yang mendirikan qiyamu Ramadhan bersama Imamnya sampai selesai, maka dicatat baginya pahala Qiyamu Ramadhan semalam penuh’ [ Hadits Riwayat Ahlus Sunan]

  • BERSEDEKAH

”Artiya : Seutama-utama sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan” [Hadits Riwayat Tirmidzi].

”Artinya : Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan dia memberi balasan kepada mereka Karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera”. [Al-Insan : 8 – 12]

”Artinya : Seorang mukmin yang memberikan mukmin yang lapar maka kelak Allah akan memberi makan kepadanya dari buah-buahan surga, dan barang siapa yang memberi minum seorang mukmin, maka kelak Allah akan memberi air minum dari surga” [Hadit Hasan Riwayat Tirmidzi].

”Artinya : Barang siapa yang memberi makan orang yang berbuka puasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang berpuasa tadi.” [Hadits Riwayat Imam Ahmad, An Nasa’i dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah]

  • BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM MEMBACA AL-QUR’AN AL-KARIM, MEMPELAJARI TAFSIRNYA DAN MEMAHAMINYA

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Baihaqi dari sahabat Abu Hurairoh, semoga Allah meridloinya, beliau berkata: ”Ketika turun ayat Al Qur’an :

”Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis?” [An-Najm : 59-60]

Ahlus Sufah (para shahabat Nabi yang tinggal di Masjid Nabawi) menangis, berlinang air matanya. Ketika Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam mendengarnya, maka beliau pun turut menangis. Kami (para shahabat Nabi) pun menangis karenanya. Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: ”Tidak akan disentuh api neraka, orang yang menangis karena takut kepada Allah”.

  • TETAP DUDUK DI MASJID SETELAH SHALAT SHUBUH BERJAMA’AH SAMPAI TERBIT MATAHARI

Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

”Artinya : Barang siapa yang shalat subuh berjama’ah lalu tetap duduk setelahnya, berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit, lalu dia sholat dua raka’at maka dia mendapat pahala seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna, sempurna” [Hadits Riwayat Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah]

  • I’TIKAF

Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam senantiasa i’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan di tahun terakhir sebelum wafatnya, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari terakhir bulan Ramadhan. [Hadits Riwayat Imam Bukhori]

I’tikaf sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan yaitu berdiam diri di masjid, tidak keluar dari masjid sampai malam Iedul Fithri dengan melaksanakan berbagai amal ketaatan kepada Allah seperti shalat wajib berjamaah, shalat sunat, memperbanyak berdoa, berdzikir, beristighfar, bertobat, membaca Al-Qur’an Al-Karim dan amal sholih lainnya.

  • UMRAH DI BULAN RAMADHAN

”Artinya : Umrah di bulan Ramadhan menyamai haji atau haji bersamaku” [Hadits Riwayat Imam Bukhori]

Dengan pahala yang berlipat dibandingkan dengan bulan biasa, maka semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan kita untuk dapat umrah di bulan Ramadhan, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

  • MENCARI LAILATUL QADAR

”Artinya : Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada Lailatul Qodar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” [Al-Qodr: 1-5]

”Artinya : Barang siapa yang mendirikan qiyamu lail pada saat Lailatul Qodar karena iman dan mengaharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. [Hadits Riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim]

Ummul Mukminin, Aisyah, semoga Allah meridloinya, pernah bertanya kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam : Wahai Rasulullah, bila aku mendapati malam lailatul qodar, doa apakah yang sebaiknya saya baca? Maka Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Bacalah

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibul al-afwa fa’ fu ‘anniy” :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, dan suka untuk memberi ampunan, maka ampunilah aku ” [Hadits Riwayat Imam Ahmad, Tirmidzi dan dishahihkannya]

  • MEMEPERBANYAK DZIKIR, DO’A DAN ISTIGHFAR

Siang dan malam hari di bulan Ramadhan adalah waktu yang memiliki keutamaan, maka sepatutnyalah kita isi dengan memperbanyak dzikir, doa, istighfar, khususnya di waktu-waktu tertentu dikabulkannya doa, antara lain yaitu:

[a]. Saat berbuka puasa
[b]. Sepertiga malam yang terakhir
[c]. Beristighfar di waktu sahur
[d]. Waktu saat dikabulkannya doa di hari Jum’at, yaitu di suatu waktu antara ashar dan maghrib di hari Jum’at.

sumber: http://www.almanhaj.or.id/content/2226/slash/0

Demikian kiranya, sebagai pengingat diri saya sendiri dan pembaca yang sudi mampir, sekali lagi semoga kita dipertemukan dengan Romadhon 1430H, dan semoga kita bisa memaksimalkan amal ibadah kita di bulan mulia ini, amiin ya Robb.


Responses

  1. @Kang Zoudib
    Mohon maaf, saya sedang mengajak @Mas Karl Karnadi untuk membuktikan komentar nya mengenai:

    Dan btw sama sekali tidak relevan dan bahkan agak misleading untuk anda (maksudnya @Haniifa) menyebutkan kredibilitas orang (mahasiswa, dosen, sampai peserta olimpiade matematika Internasional).

    Untuk @Mas Karl Karnadi mari kita bicara baik-baik apapun disiplin ilmu /status sosial saudara disini:

    http://haniifa.wordpress.com/2009/08/11/konsep-bilangan-biner-berawal-dari-al-quran/

    Wassalam, Haniifa.

    • mas haniifa
      oke mas saya barusan meluncur, tapi perlu waktu me-nyahok-i tulisan mas Haniifa
      ngomong-ngomong ada masukan terhadap judul saya ini??🙂 hehe

      salam,
      zoudib

      • @Mas Zoudib
        Mengenai artikel @mas ini saya agak riskan sebenarnya untuk menyampaikan, namun secara pribadi Alhamdulillah setelah mempertimbangkan dengan masak-masak dalam beberapa tahun terahir ini kami sekeluarga terbiasa dengan jadual yang sesuai dengan KSA (Kerajaan Saudi Arabia)
        Alasan :
        1. Kabah di Mekkah
        2. Terlihat / tidak hilal secara UMUM kita/saya khususnya mengiblat ke sana, dan penentuan Kalender Islam sudah selayaknya disana.
        3. Mereka sudah menjadi tradisi bersumpah di depan rumah purba (baca: Ka’bah) yang dibangun oleh Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s serta kewajiban shalat dan puasa juga sudah ditentukan oleh Allah kepada mereka sekeluarga.

        Nb:
        Mudah-mudahan ini tidak menjadi kebimbangan buat @mas Zoudib mengenai penentuan awal Syiam dan 1 Syawal.

        Teriring salam yang dalam, Haniifa.

      • @mas Haniifa

        baik mas, tentang penentuan awal shoum memang tetap ada jadi polemik masing-masing individu/umat, terutama di Indonesia.
        Insya Alloh saya coba ikut angkat sebatas pengetahuan saya mengenai ini, semoga dimudahkan olehNYA..

        saya tunggu artikel mas Haniifa

        salam hangat

  2. Amin, saya tunggu kelanjutannya, perlu banyak belajar nih soal kayak ginian ama temen2, maklum masih awam

    Hatur tengkiu, dah add blog saya, nanti saya add juga blognya @Zoudib di blog saya

    keep writing ok

    • mas Qarrobin,
      Saya juga sangat amat awam, di bidang saya sendiri terlebih di luar bidang belajar saya, jadi mari terus belajar…

      salam hangat dan keep writing,
      zoudib

  3. @Mas Zoudib
    Insya Allah, saya punya wacana yang belum dikembangkan mengenai penentuan jadual puasa dan ‘iedul fitri.
    http://haniifa.wordpress.com/2007/12/22/kenapa-setiap-ied-harus-berbeda-dengan-saudi-arabia/

    Wassalam, haniifa.

    • kang Haniifa
      baik, saya meluncur ke lokasi karya kang Haniifa, sambil pelajari dulu, karena seperti biasa, saya perlu waktu untuk pelajari tulisan2 kang Haniifa..
      kang Haniifa emang top dah..

      salam

    • Kang @Haniifa, saya udah ngeluncur kesana. Saya tunggu kelanjutannya

      wassalam, qarrobin

  4. bentar lagi ramadhan ya,..
    marhaban ya ramadhan..

    nice postingan.

    • @mas Adi Isa

      yup betul, bentar lagi..
      marhabaan ya Ramadhaan..
      makasih

      salam hanget
      zoudib

  5. Salam Kenal. Hi hi hi.
    marhaban ya ramadhan…

    • lovepassword
      salam kenal juga..
      marhaban yaa Ramadhan..

  6. Mat puasa smuanya…
    Marhaban Ya rhomadhon…

    Jgn pada bolong yach

    • bang Ayruel

      Met puasa juga..
      Marhaban Yaa Ramadhan..

      semoga amal ibadah kita diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: